Mengapa DNA Menjadi Penyimpan Informasi Genetik?
Pendahuluan
Setiap organisme memiliki karakteristik biologis yang berbeda. Kucing memiliki bentuk tubuh berbeda dari burung, sementara manusia memiliki karakteristik yang berbeda dari tumbuhan.
Salah satu dasar dari perbedaan tersebut terdapat pada informasi genetik.
Pada sebagian besar organisme, DNA menjadi molekul utama yang menyimpan informasi genetik. Struktur DNA memungkinkan informasi tersebut disimpan, disalin, dan digunakan oleh sel.
Struktur DNA
DNA adalah singkatan dari deoxyribonucleic acid.
Molekul ini tersusun atas unit yang disebut nukleotida.
Setiap nukleotida mempunyai gula, gugus fosfat, dan salah satu basa nitrogen.
Empat basa utama DNA adalah:
adenina;
timina;
guanina;
sitosina.
Urutan basa tersebut membawa informasi genetik.
Mengapa Urutan Basa Penting?
Bayangkan huruf dalam sebuah kalimat.
Huruf yang sama dapat menghasilkan arti berbeda jika urutannya berbeda.
Hal serupa terjadi pada DNA.
Perubahan urutan nukleotida dapat mengubah informasi yang tersedia bagi sel.
Sebagian perubahan mungkin tidak mempunyai pengaruh yang terlihat, sedangkan perubahan lain dapat memengaruhi fungsi suatu gen.
DNA dan Gen
Gen dapat dipahami sebagai bagian dari DNA yang mempunyai fungsi tertentu dalam sistem pewarisan dan ekspresi informasi biologis.
Gen tidak hanya sekadar “kode untuk satu sifat” secara sederhana.
Sifat organisme biasanya dipengaruhi oleh hubungan banyak gen dan lingkungan.
Beberapa gen berperan dalam menghasilkan RNA tertentu, sedangkan sebagian informasi genetik berkaitan dengan produksi protein.
Bagaimana DNA Disalin?
Sebelum sebuah sel membelah, materi genetik perlu direplikasi.
DNA memiliki sifat yang memungkinkan kedua untai menjadi cetakan untuk pembentukan untai baru.
Dengan mekanisme tersebut, informasi genetik dapat diteruskan ke sel hasil pembelahan.
Replikasi DNA merupakan proses yang sangat terkontrol.
Kesalahan tetap dapat terjadi, dan sebagian kesalahan dapat menjadi sumber variasi genetik.
Dari DNA ke Protein
Informasi dalam DNA dapat digunakan untuk menghasilkan RNA melalui proses transkripsi.
RNA tertentu kemudian digunakan sebagai perantara dalam proses pembentukan protein.
Proses penerjemahan informasi RNA menjadi urutan asam amino disebut translasi.
Protein yang dihasilkan dapat berperan sebagai enzim, struktur sel, molekul pengatur, reseptor, dan berbagai komponen penting lainnya.
DNA Tidak Bekerja Sendiri
DNA bukanlah pengendali tunggal seluruh aktivitas organisme.
Ekspresi gen dipengaruhi oleh berbagai mekanisme molekuler dan kondisi lingkungan.
Sel yang berbeda dapat mempunyai DNA yang sangat mirip tetapi mengekspresikan kelompok gen yang berbeda.
Hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa sel kulit, sel saraf, dan sel otot dapat mempunyai fungsi yang berbeda.
Mutasi
DNA dapat mengalami perubahan yang disebut mutasi.
Mutasi dapat muncul akibat kesalahan replikasi atau faktor lain.
Dampaknya beragam.
Ada mutasi yang tidak memberikan perubahan fenotipe yang jelas. Ada yang mengubah fungsi suatu protein. Dalam keadaan tertentu, mutasi juga dapat memberikan keuntungan bagi organisme atau populasi.
Dalam evolusi, mutasi merupakan salah satu sumber variasi genetik.
Kesimpulan
DNA mempunyai peran utama dalam penyimpanan dan pewarisan informasi genetik.
Informasi tersebut tersusun melalui urutan nukleotida dan dapat digunakan dalam proses ekspresi gen.
Kemampuan DNA untuk direplikasi membuat informasi genetik dapat diteruskan antargenerasi maupun kepada sel hasil pembelahan.
Karena itu, DNA menjadi salah satu molekul terpenting dalam memahami kehidupan pada tingkat molekuler.
Referensi
OpenStax. Biology 2e, Unit 3: Genetics.
National Human Genome Research Institute (NHGRI), materi pengantar mengenai genom dan DNA.
Alberts, B. et al. Molecular Biology of the Cell. Garland Science.


Komentar
Posting Komentar