Langsung ke konten utama

Fenomena Space Jellyfish Hiasi Langit Amerika Usai Peluncuran SpaceX

 

Fenomena Space Jellyfish Hiasi Langit Amerika Usai Peluncuran SpaceX



Fenomena “space jellyfish” kembali menarik perhatian masyarakat Amerika Serikat setelah peluncuran roket SpaceX. Langit pagi yang masih gelap tiba-tiba dihiasi cahaya berbentuk menyerupai ubur-ubur raksasa. Pemandangan tersebut terlihat di sejumlah wilayah Amerika Serikat dan kemudian ramai dibicarakan karena bentuknya yang tidak biasa.

Meski terlihat seperti objek misterius dari luar angkasa, fenomena tersebut sebenarnya memiliki penjelasan ilmiah. Cahaya yang menyerupai ubur-ubur itu berkaitan dengan gas buang roket yang berada di atmosfer atas dan terkena sinar Matahari pada waktu yang tepat.

Apa Itu Space Jellyfish?

Istilah space jellyfish bukanlah nama resmi sebuah benda langit. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan bentuk kepulan gas buang roket yang terlihat seperti ubur-ubur bercahaya.

Fenomena serupa dapat muncul ketika roket diluncurkan pada waktu menjelang matahari terbit atau sesaat setelah matahari terbenam. Dari permukaan Bumi, kondisi langit masih relatif gelap. Namun, pada ketinggian yang lebih tinggi, kepulan gas dari roket dapat tetap terkena sinar Matahari.

Perbedaan pencahayaan antara langit yang gelap dan plume roket yang diterangi Matahari membuat bentuk kepulan tersebut terlihat sangat jelas.

NASA juga pernah menjelaskan fenomena serupa pada peluncuran Falcon 9. Menurut penjelasan NASA, gas buang yang terutama terdiri dari uap air dan karbon dioksida dapat membentuk awan bercahaya ketika berada pada kondisi atmosfer dan pencahayaan yang sesuai.

Space Jellyfish yang Terlihat Setelah Peluncuran SpaceX

Pada 13 Oktober 2026, SpaceX meluncurkan roket Falcon 9 dari Cape Canaveral Space Force Station di Florida. Peluncuran tersebut membawa wahana Dragon dalam misi CRS-35 untuk mengirimkan berbagai perlengkapan dan muatan ilmiah menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS.

Peluncuran berlangsung sekitar pukul 06.33–06.35 waktu setempat, hanya beberapa waktu sebelum Matahari terbit. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat kepulan gas roket tampak bercahaya di langit.

Saat Falcon 9 bergerak naik, gas buang dari mesin roket menyebar ke atmosfer atas. Pada saat yang sama, sinar Matahari dari bawah garis horizon menerangi material tersebut. Dari permukaan Bumi, hasilnya terlihat seperti gumpalan cahaya dengan bagian memanjang menyerupai tentakel ubur-ubur.

Pemandangan tersebut bahkan dapat diamati dari wilayah yang cukup jauh dari lokasi peluncuran. Sejumlah pengamat di sepanjang wilayah pesisir timur Amerika Serikat berhasil mengabadikan bentuk cahaya tersebut melalui kamera.

Mengapa Bentuknya Menyerupai Ubur-Ubur?

Bentuk “ubur-ubur” tersebut terjadi karena kepulan gas roket mengalami perubahan ketika memasuki lapisan atmosfer yang lebih tipis.

Ketika roket bergerak semakin tinggi, tekanan lingkungan menjadi semakin rendah. Gas buang kemudian dapat mengembang dan menyebar ke area yang jauh lebih luas dibandingkan ukuran roket.

Jika kondisi pencahayaan mendukung, kepulan yang melebar tersebut terlihat seperti bagian kepala ubur-ubur. Sementara itu, jejak gas yang memanjang di belakangnya tampak seperti tentakel.

Fenomena ini sebenarnya merupakan perpaduan antara fisika atmosfer, gas buang roket, dan posisi Matahari. Jadi, bentuk tersebut bukanlah makhluk hidup atau benda luar angkasa yang sedang memasuki atmosfer Bumi.

Mengapa Fenomena Ini Lebih Mudah Terlihat Saat Fajar?

Waktu peluncuran merupakan faktor yang sangat penting.

Ketika peluncuran berlangsung pada siang hari, cahaya Matahari membuat keseluruhan langit relatif terang sehingga kepulan gas roket tidak selalu terlihat dengan kontras tinggi.

Sebaliknya, menjelang fajar, pengamat di permukaan Bumi masih berada dalam kondisi gelap. Pada saat yang sama, bagian atmosfer yang lebih tinggi sudah mendapatkan sinar Matahari.

Situasi tersebut menciptakan efek pencahayaan dari belakang atau backlighting. Kepulan gas yang sebenarnya tidak terlihat jelas dalam kondisi biasa menjadi tampak terang karena terkena cahaya Matahari.

NASA menjelaskan bahwa kombinasi antara langit pengamat yang masih gelap dan plume roket yang mendapatkan cahaya Matahari merupakan kunci munculnya tampilan “space jellyfish”.

Apakah Space Jellyfish Berbahaya?

Kemunculan fenomena tersebut tidak berarti ada sesuatu yang berbahaya sedang terjadi di langit.

Space jellyfish merupakan efek visual yang berkaitan dengan kepulan gas buang roket dan kondisi pencahayaan atmosfer. Fenomena serupa bahkan telah beberapa kali terlihat dalam peluncuran roket yang dilakukan pada waktu menjelang fajar atau setelah matahari terbenam.

Karena tampilannya sangat tidak biasa, orang yang belum mengetahui penyebabnya mungkin mengira sedang melihat meteor, komet, UFO, atau bahkan ledakan. Padahal, apabila fenomena tersebut muncul bersamaan dengan peluncuran roket yang diketahui, penjelasan yang jauh lebih masuk akal adalah efek plume roket yang terkena sinar Matahari.

Mengapa Fenomena Space Jellyfish Menjadi Viral?

Keindahan visual menjadi salah satu alasan fenomena ini mudah menarik perhatian publik.

Bentuknya yang besar, bercahaya, dan menyerupai organisme laut membuat foto peluncuran terlihat seperti sebuah adegan dari film fiksi ilmiah. Apalagi fenomena tersebut terjadi secara singkat sehingga orang yang berhasil mengabadikannya merasa mendapatkan momen yang cukup langka.

Media sosial kemudian membuat foto dan video fenomena tersebut dapat menyebar dengan cepat. Foto dari satu lokasi dapat dibandingkan dengan rekaman dari wilayah lain sehingga masyarakat bisa melihat bahwa fenomena tersebut bukan hanya terjadi di satu tempat.

Fenomena ini juga menarik karena memperlihatkan bagaimana sebuah peluncuran roket dapat menghasilkan pemandangan atmosfer yang tidak biasa bagi masyarakat di Bumi.

Space Jellyfish Bukan Fenomena Astronomi Baru

Meskipun istilah “space jellyfish” terdengar seperti sesuatu yang baru, fenomena visual semacam ini sebenarnya sudah beberapa kali diamati dalam peluncuran roket sebelumnya.

NASA, misalnya, pernah menampilkan gambar plume Falcon 9 yang menyerupai ubur-ubur dalam Astronomy Picture of the Day. Pada peristiwa tersebut, peluncuran berlangsung sekitar 52 menit sebelum matahari terbit. Kepulan gas dari roket kemudian diterangi cahaya Matahari ketika fotografer di permukaan masih berada dalam kegelapan.

Hal ini menunjukkan bahwa kemunculan space jellyfish sangat bergantung pada kombinasi beberapa kondisi. Waktu peluncuran, ketinggian plume, arah penerbangan, posisi Matahari, kondisi atmosfer, dan lokasi pengamat dapat memengaruhi seberapa jelas fenomena tersebut terlihat.

Pelajaran Sains dari Fenomena Space Jellyfish

Fenomena space jellyfish memberikan contoh menarik bahwa sains dapat menjelaskan sesuatu yang pada awalnya terlihat misterius.

Tanpa pengetahuan mengenai atmosfer dan pencahayaan, bentuk cahaya tersebut mungkin tampak seperti objek asing. Namun, dengan menggunakan prinsip fisika, kita dapat memahami bagaimana gas buang roket menyebar dan bagaimana cahaya Matahari membuatnya terlihat dari Bumi.

Peristiwa seperti ini juga memperlihatkan bahwa eksplorasi luar angkasa tidak hanya menghasilkan kemajuan teknologi, tetapi terkadang memberikan fenomena visual yang dapat diamati langsung oleh masyarakat.

Kesimpulan

Fenomena space jellyfish yang menghiasi langit Amerika setelah peluncuran SpaceX merupakan hasil interaksi antara kepulan gas roket, atmosfer bagian atas, dan cahaya Matahari. Bentuknya yang menyerupai ubur-ubur muncul karena plume roket mengembang di atmosfer dan mendapatkan penerangan Matahari ketika langit di permukaan masih relatif gelap.

Peluncuran Falcon 9 pada 13 Oktober 2026 menjadi salah satu contoh terbaru bagaimana waktu peluncuran dapat menghasilkan pemandangan atmosfer yang spektakuler. Fenomena tersebut bukanlah UFO atau makhluk dari luar angkasa, melainkan peristiwa fisika yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

Bagi masyarakat, fenomena ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan sering kali mampu menjelaskan sesuatu yang tampak aneh atau misterius. Di balik pemandangan yang indah tersebut terdapat proses fisika yang menarik untuk dipelajari.

Sumber Referensi

  • NASA Science – Astronomy Picture of the Day: Launch Plume: SpaceX Jellyfish.

  • Space.com – laporan mengenai fenomena space jellyfish setelah peluncuran SpaceX CRS-35.

  • The Washington Post – laporan mengenai fenomena “space jellyfish” pada 13 Oktober 2026.

  • The Guardian – laporan mengenai jellyfish cloud setelah peluncuran Falcon 9.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Insomnia Tak Boleh Dianggap Sepele, Penelitian Temukan Kaitannya dengan Risiko Stroke

  Insomnia Tak Boleh Dianggap Sepele, Penelitian Temukan Kaitannya dengan Risiko Stroke Jakarta — Gangguan tidur atau insomnia kerap dianggap sebagai masalah ringan yang hanya menimbulkan rasa lelah pada keesokan harinya. Padahal, kesulitan tidur yang dialami seseorang juga dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan yang lebih serius. Sebuah tinjauan penelitian terbaru menyoroti hubungan antara insomnia dan meningkatnya risiko stroke. Temuan yang dilaporkan pada September 2026 itu dipublikasikan dalam jurnal Sleep Medicine Reviews . Peneliti melakukan analisis terhadap enam studi terdahulu dengan jumlah keseluruhan sekitar 1,3 juta partisipan untuk mengevaluasi sejumlah dampak kesehatan yang berkaitan dengan berbagai faktor risiko. Kajian tersebut mencakup beberapa aspek, mulai dari risiko stroke hingga cedera yang berhubungan dengan pekerjaan dan kemungkinan seseorang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Penderita Insomnia Memiliki Risiko Stroke Lebih Tinggi Berdasarkan hasil anal...

Apakah Informasi Lebih Fundamental daripada Materi

  Apakah Informasi Lebih Fundamental daripada Materi? Selama berabad-abad, manusia berusaha menjawab pertanyaan mendasar tentang apa yang sebenarnya membentuk alam semesta. Kita mengenal materi, energi, ruang, waktu, gaya, dan partikel sebagai bagian penting dari gambaran fisika modern. Namun, perkembangan teori informasi dan fisika kuantum memunculkan sebuah pertanyaan yang jauh lebih mendalam: Apakah informasi mungkin lebih fundamental daripada materi? Pertanyaan tersebut bukan sekadar permainan kata. Dalam fisika modern, informasi mempunyai peranan yang sangat penting. Keadaan suatu sistem dapat digunakan untuk menyimpan informasi, pengukuran menghasilkan informasi, dan proses komputasi harus diwujudkan melalui sistem fisik. Bahkan, fisikawan Rolf Landauer menekankan bahwa informasi selalu mempunyai representasi fisik. Artinya, informasi yang disimpan atau diproses dalam dunia nyata tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari hukum-hukum fisika. Di sisi lain, muncul gagasan yang jauh...

Entropi Informasi dan Fisika: Apa Hubungan Keduanya

  Entropi Informasi dan Fisika: Apa Hubungan Keduanya? Kata entropi sering muncul dalam pembahasan fisika, terutama ketika membicarakan termodinamika, panas, energi, dan perubahan keadaan suatu sistem. Namun, istilah yang sama juga digunakan dalam ilmu informasi untuk mengukur tingkat ketidakpastian suatu sumber informasi. Penggunaan istilah yang sama bukan berarti entropi fisika dan entropi informasi merupakan konsep yang sepenuhnya identik. Keduanya memiliki definisi, konteks, dan interpretasi yang berbeda. Meskipun demikian, terdapat hubungan matematis dan konseptual yang sangat menarik di antara keduanya. Gagasan mengenai entropi dalam fisika berkembang melalui mekanika statistik, terutama melalui pekerjaan Ludwig Boltzmann dan Josiah Willard Gibbs. Sementara itu, Claude Shannon memperkenalkan formulasi matematis entropi informasi dalam teori komunikasi pada abad ke-20. Formula Shannon mempunyai bentuk matematis yang mirip dengan entropi Gibbs dalam mekanika statistik. Hubunga...